Merasa Merdeka !

Oleh: Cholid

Besok kita gembira karena merasa merdeka
kita bersuka cita, berpesta, bermain lomba-lomba
dengan hingar bingar musik dan nyayian biduanita
menandai sejarah yang pelan-pelan menjadi angka.

Coba merasa bagaimana jika kita adalah pahlawan
yang merebut kemerdekaan ini dari penjajahan
Kala bambu runcing beradu dengan deru senapan,
Kala merdeka dibayar dengan lapar, darah, dan jerintan

Jika jarak masa lalu terlalu jauh untuk kita selami,
tataplah layar di genggaman hari ini.
Lihat Palestina yang tak gentar membela Al-Aqsa,
meski tanahnya disiram darah, duka, dan tangis yang nyata.

Tatap pula jari yang mengupas bawang demi “tujuh ratus ribu”,
atau NTT yang dihantam gempa M 7.7 hingga banyak korban jiwa.
Ingat pula OKI yang lahir dari peristiwa pembakaran Masjid Al-Aqsa,
lalu kembali renungkan: benarkah kita mengisi merdeka ini dengan sebenarnya?

Kalaulah kita jujur ingin memandang matahari
cukuplah bercermin di tepian kolam
Jika memang awan itu jujur kepada kita
biarkanlah angin-angin itu mendorongnya ke tepian

Jawablah dengan jujur di dadamu
“Kembarkah matahari” itu?
Ataukah mata kita tertipu oleh bayang-bayang semu?

Gunung Sindur, 16 Agustus 2026

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *